Burung Anis Merah: Ciri-Ciri, Harga, Cara Merawat dan Beternak

Burung Anis Merah: Ciri-Ciri, Harga, Cara Merawat dan Beternak – Burung anis merah merupakan burung pengicau yang cukup terkenal di Indonesia karena memiliki gaya unik yaitu gaya telernya yang banyak menyedot perhatian para penggemarnya. Burung yang memiliki nama ilmiah Turdus citrinus ini biasa disebut juga sebagai  punglor merah, punglor cacing, punglor bata atau anis bata. Daerah penyebaran burung anis merah adalah di wilayah Asia antara lain India, China, Srilanka, Myanmar, Thailand, Laos, Malaysia dan Indonesia. Untuk di Indonesia, penyebaran burung ini berada di Pulau Kalimatan dan Pulau Jawa yaitu di hutan pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1500 meter di atas permukaan laut.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang burung ini,  simak uraian seputar tentang burung  anis merah, ciri, harga, cara merawat dan beternak berikut ini.

Seputar Tentang Burung Anis Merah

Makanan utama burung  ini adalah serangga seperti jangkrik, laba-laba dan cacing. Biasanya anis merah mencari mangsanya ini di balik dedaunan pohon yang rindang dan teduh. Selain serangga, anis merah juga memakan daun-daunan dan buah-buahan yang jatuh ke tanah.

anis-merah

pic: burungkenari.com

Ketika akan bertelur burung anis merah biasa membuat sarang dari rerumputan, jerami dan akar pohon bersama pasangan di semak belukar dengan ketinggian 4-5 meter atau lebih rendah lagi. Jumlah telur dalam setiap siklus reproduksi hanya 2-4 butir dan akan menetas setelah dierami selama 2 minggu. Burung anis merah anakan akan keluar dari sarang dan mulai berlatih terbang setelah berumur 12 hari.

Beberapa hal yang membuat burung dengan ciri bulu merah ini banyak digemari oleh pecinta burung adalah karena warna bulunya yang cantik dan kicauan yang unik. Warna burung anis merah sebenarnya tidak berwarna merah tetapi berwarna coklat keemasan yang dipadu dengan warna hitam pada bagian, paruh, sayap dan ekor. Perpaduan dua warna ini terlihat sangat serasi dan menarik. Selain warna bulu yang indah, burung ini juga memiliki kicauan yang beragam sekaligus memiliki gaya unik saat berkicau yaitu gaya teler. Ya, burung ini memiliki gaya seperti orang teler atau orang mabuk. Ketika berkicau burung ini suka berdiri tegak dengan posisi sayap lurus ke bawah, kemudian menundukkan kepalanya sambil goyang ke kanan dan kekiri. Gaya inilah yang membuat burung ini semakin digandrungi.

Ciri-Ciri Burung Anis Merah

Secara umum burung anis merah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ukuran tubuh related kecil dengan panjang mulai paruh hingga ekor sekitar 17 cm
  2. Paruh dan mata berwarna hitam
  3. Warna bulu coklat keemasan pada bagian kepala dan dada
  4. Warna bulu pada bagian punggung, sayap dan ekor berwarna hitam keabu-abuan dengan totol warna putih pada pangkal sayap
  5. Warna kaki krem tanah
  6. Ketika berkicau burung ini suka bergaya seperti orang mabuk atau orang teler

Burung anis merah termasuk jenis burung monomorfik, dimana ciri fisik antara burung anis merah jantan dan betina memiliki ciri fisik yang hampir sama, sehingga cukup sulit untuk membedakan mana yang berkelamin jantan dan betina. Namun, bila diperhatikan terdapat juga perbedaan antara anis merah jantan dan anis merah betina.

Ciri Anis Merah Jantan

  1. Warna bulu lebih mengkilat baik yang berwarna coklat keemasan maupun yang berwarna hitam
  2. Memiliki tulang kloaka rapat dan runcing
  3. Bila bertemu dengan burung anis merah lain akan berkicau sambil mengangkat kepala
  4. Saat masih anakan bulu sayap berwarna hitam mengkilat tanpa bulu berwarna kuning atau coklat keemasan
  5. Bila sudah dewasa warn ahitam pada sayap akan semakin mengkilat
  6. Bentuk tubuh ramping dan panjang

Ciri Anis Merah Betina

  1. Warna bulu cenderung kusam baik untuk bulu yang berwarna coklat keemasan maupun yang berwarna hitam
  2. Memiliki tulang kloaka lebar dan lembek
  3. Bila bertemu dengan burung anis merah lain akan ngeriwik sambil menggetarkan sayap
  4. Saat masih anakan pada bagian sayap terdapat bintik-bintik kuning
  5. Saat dewasa warna bintik kuning pada sayap akan menghilang
  6. Bentuk tubuh pendek dan cenderung bulat

Harga Burung Anis Merah

Harga burung anis merah di pasaran lumayan mahal.

  1. Harga anis merah acak Rp. 600.000
  2. Burung anis merah betina Rp. 500.000 hingga Rp. 650.000
  3. Burung anis merah jantan Rp. 700.000
  4. Burung anis merag jantan gacor Rp. 1.000.000 hingga Rp. 2.000.000
  5. Burung anis merah juara Rp. 2.500.000 hingga Rp. 5.000.000

Cara Merawat Burung Anis Merah

Untuk merawat burung anis merah tidaklah sulit, hampir sama dengan perawatan burung kicau lainnya. Berikut ini adalah langkah-langkah perawatan harian burung anis merah.

  1. Pada pagi ahri sekitar jam 7 pagi burung diangin-anginkan selama 30 menit
  2. Kemudian dimandikan dalam keramba amndi atau disemprot
  3. Bersihkan kandang dari kotoran, bersihkan pula tempat makanan dan minuman
  4. Setelah dimandikan, jemur si burung selama 1-2 jam sambil diberikan pakan voer, buah papaya segar dan extra fooding berupa 2 ekor jangkrik dalam wadah terpisah
  5. Selama dijemur, sebaiknya burung anis merah tidak diperlihatkan dengan burung sejenis
  6. Setelah dijemur, burung diangin-anginkan selama 15 menit kemudian dikerodong
  7. Setelah itu burung dimaster dengan burng master atau diperdengarkan suara master melalui mp3
  8. Pada sore hari sekitar jam 3 sore, burung diangin-anginkan lagi, bila perlu dimandikan lagi
  9. Berikan tambahan voer dan extra fooding jangkrik seekor
  10. Menjelang petang atau sekitar jam 6 sore, burung dikerodong lagi dan diperdengarkan suara burung master hingga pagi hari.

Cara Beternak Burung Anis Merah

Dalam beternak burung anis merah ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar proses beternak berhasil dengan baik. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Pemilihan indukan

Untuk memilih induk pastikan untuk memilih indukan anis merah jantan yang telah berumur lebih dari 1 tahun atau berumur 2 tahun, sedangkan untuk yang betina berumur 1 tahun karena pada umur ini kedua burung sudah siap untuk kawin. Pilih indukan jantan dan betina yang sehat dan memiliki ciri-ciri yang baik. Rawat kedua indukan dalam sangkar terpisah dengan cara perawatan harian sebagaimana tersebut di atas tetapi sangkar tidak dikerodong agar kedua burung bisa saling melihat.

  1. Menyediakan sangkar atau kandang

Setealh mendapatkan indukan yang baik siapkan sangkar atau kandang. Sebaiknya sangkar atau kandang untuk penangkaran berukuran besar agar burung bebas bergerak, terbang dan melakukan perkawinan. Letakkan sangkar atau kandang di tempat yang tenang dan bebas dari ganguan hewan seperti anjing, kucing dan tikus. Siapkan pula sarang untuk burung betina bertelur dan mengeram.

  1. Melakukan perjodohan

Untuk menjodohkan kedua burung anis merah, dekatkan kedua sangkar burung tersebut agar mereka saling mengenal. Pada masa ini berikan makanan berupa voer dan buah papaya yang cukup serta tambahkan extra fooding jangkrik 20 ekor per hari untuk setiap burung agar birahi mereka meningkat. Jika kedua burung mulai tertarik, letakkan burung anis merah betina dalam sangkar atau kandang penangkaran terlebih dahulu, sementara itu dekatkan sangkar burung jantan. Bila keduanya telah benar-benar birahi, masukkan burung jantan ke dalam sangkar penangkaran agar kedua burung dapat melakukan perkawinan.

  1. Perawatan masa mengeram

Ketika burung anis merah betina telah bertelur dan siap mengeram, berikan makanan yang cukup berupa voer dan buah papaya segar, kurangi pemberian extra fooding jangkrik dari 20 ekor per hari menjadi 5 ekor per hari untuk satu burung, agar birahi kedua burung menurun. Dalam masa mengeram pastikan kandang burung berada di tempat yang tenang, bebas dari gangguan hewan seperti kucing, anjing dan tikus. Bebaskan sarang burung dari ganguan semut atau kecoa, karena kedua hewan ini dapat menggangu burung anis merah saat mengeram. Pada masa ini burung tidak perlu dimandikan hingga anakan telah menetas, hanya saja sediakan air dalam wadah agar lebar supaya burung dapat mandi jika ingin.

  1. Perawatan anakan

Bila telur burung anis merah telah menetas, biarkan burung bersama induknya selama kurang lebih 10 hari. Selama induk merawat anaknya, berikan voer dan buah secukupnya serta extra fooding jangkrik 5 ekor per hari seperti selama mengeram. Sementara untuk pakan anakan, sediakan kroto secukupnya, sebab kroto mudah dicerna oleh anakan yang masih memiliki pencernaan lemah. Bila anakan sudah berumur 10 hari atau sudah mulai dapat meloncat  dan berlatih terbang, anakan dapat dipisahkan dari indukan dan dirawat dengan memberikan makanan dan minuman yang cukup.

  1. Perawatan setelah penangkaran

Bila anakan burung anis merah telah dipisahkan dari induknya, maka selanjutnya kedua indukan dirawat dalam sangkar terpisah dengan perawatan harian seperti pada masa perjodohan. Bila burung telah pulih dari masa penangkaran dan telah terlihat mulai tertarik dengan pasangannya maka penangkaran dapat dilakukan lagi.

Demikianlah, informasi seputar burung anis merah, ciri, harga, cara merawat dan beternak. Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk mengenal lebih banyak tentang burung anis merah termasuk mengenali ciri-cirinya, harganya, cara merawat dan beternak.

Burung Anis Merah: Ciri-Ciri, Harga, Cara Merawat dan Beternak | admin | 4.5