Burung Cucak Rowo: Ciri-Ciri, Cara Merawat, dan Budidaya

Burung Cucak Rowo: Ciri-Ciri, Cara Merawat, dan Budidaya – Cucak rowo merupakan salah satu jenis burung yang memiliki cukup banyak penggemar saat ini. Penggemar burung yang bernama latin  Pycnonotus zeylanicus ini tidak hanya di Indoneia tetapi juga di Malaysia dan di Singapura. Selain disebut sebagai cucak rowo burung ini juga disebut sebagai cangkurawah dalam bahasa Sunda. Bagi orang Melayu atau Malaysia, cucak rowo disebut juga dengan burung barau-barau. Sementara itu, dalam bahasa Inggris, cucak rowo disebut sebagai straw-headed bulbul. Penamaan ini  mengacu pada kepalanya yang berwarna kuning-jerami pucat.

Habitat asli burung ini adalah di hutan terbuka yang memiliki paya-paya atau rawa-rawa , kadang kadang mereka hidup di muara sungai atau di sungai dangkal ditepi hutan.  Mengapa burung ini suka hidup di rawa-rawa atau sungai? Sebab burung ini termasuk dalam golongan burung yang suka mandi dan berjemur sambil berkicau dengan riang. Burung cucak rowo termasuk burung yang suka hidup berkoloni. Biasanya pada pagi hari mereka mandi bersama dan berjemur bersama, namun menjelang siang mereka secara berpasangan pergi mencari makan. Dan pada petang hari mereka bergerombol lagi sebelum ke sarang atau ke tempat persembunyian.

Di alam bebas atau di habitat aslinya, cucak rowo biasa memangsa berbagai jenis serangga seperti jangkrik, belalang, kroto, ulat bambu, kelabang dan siput air. Selain memakan serangga burung ini juga memakan buah- buahan seperti papaya dan pisang. Kadang-kadang mereka juga memekan buah-buahan lunak dari jenis buah beringin.

cucak-rowo

img:burungkicau.com

Penyebaran burung yang termasuk dalam keluarga merbah atau cucak-cucakan ini di daratan Semenanjung Malaysia, Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa bagian barat. Sehingga masuk akal jika penggemar burung ini adalah para pecinta burung di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sebagian besar pecinta cucak rowo menyukai burung ini karena kicauannya yang merdu dank eras bahkan untuk cucak rowo yang bagus, kicauannya bisa terdengar hingga jarak tiga ratus meter. Biasanya burung ini berkicau di pagi hari sehingga dapat membuat suasana pagi menjadi menggairahkan.

Jika anda tertarik untuk memiliki dan merawat burung cucak rowo, silakan simak ciri-ciri, cara merawat dan beternak berikut ini.

Ciri-Ciri Burung Cucak Rowo

  1. Bulu kepala berwarna kuning jerami atau kuning pucat
  2. Ada garis hitam yang melintang di sekitar mata hingga paruh
  3. Pada punggung bulu berwarna coklat zaitun dan terdapat sedikit coretan berwarna putih
  4. Warna bulu bagian tenggorokan berwarna putih, sementara bulu dada dan perut berwarna abu-abu
  5. Warna bulu sayap dan ekor berwarna hijau zaitun
  6. Untuk bagian pantat bulu berwarna kuning
  7. Mata berwarna merah, paruh berwarna hitam sedangkan kaki berwarna coklat tua
  8. Panjang tubuh mulai dari ujung paruh hingga ekor sekitar 28 cm
  9. Kicauan model engkel yaitu klang-kling-klung atau roppel yaitu kicauan panjang bergulung-gulung dengan nada bervariasi. BSekilas mirip kicauan dua atau tiga

Cara Merawat Burung Cucak Rowo

Untuk merawat burung cucak rowo, pada dasarnya hampir sama dengan perawatan burung kicau lainnya. Satu hal penting yang harus diperhatikan saat merawat burung cucak rowo adalah rutin dan konsisten. Agar mengetahui secara rinci cara merawat burung cucak rowo, silakan simak langkah-langkah berikut:

  1. Pagi hari sekitar jam 7 , dianginkan-anginkan selama 30 menit, kemusdian dimandikan dengan dimasukkan dalam keramba mandi atau disemprot
  2. Bersihkan kandang, tambahkan voer atau diganti, ganti pula air minum. Bisa juga ditambahkan multi vitamin pada minuman seminggu sekali. Berikan pula buah segar seperti pisang atau papaya
  3. Berikan extra fooding jangkring 5 ekor dalam wadah terpisah dari voer. Untuk pemberian kroto lakukan 1 sendok teh 2 x seminggu.
  4. Setelah dimandikan, jemur kurang lebih 1-2 jam atau kira mulai jam 8 pagi hingga jam 10 pagi
  5. Kemudian dianginkan-anginkan kira-kira 15 menit kemudian dikerondong atau bisa juga di lakukan pemasteran hingga jam 3 sore
  6. Selanjutnya diangin-anginkan atau dimandikan lagi jika memang diperlukan
  7. Tambahkan extra fooding berupa jangkring 2-3 ekor
  8. Menjelang petang burung dikerondong lagi, pada malam hari bisa juga diperdengarkan suara master pada saat burung beristirahat

Cara Beternak Burung Cucak Rowo

Untuk cara beternak burung cucak rowo ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu permilihan indukan, penyiapan kandang, proses penjodohan dan perawatan anakan.

Pemilihan Indukan

Untuk pemilihan indukan, pilih burung cucak rowo yang sehat dengan tanda lincah, memiliki suara yang lantang dan bagus, terlihat segar dan tatapan matanya tajam. Untuk indukan jantan, pilih yang sudah berusia 2 tahun dan untuk indukan betina pilih yang telah berusia 1,5 tahun.

Penyiapan Kandang

Siapkan kandang dengan ukuran panjang 3 meter , lebar 2 meter dan tinggi 3 meter. Dalam kandang berikan pohon perdu untuk bertengger dan tempat mandi agar burung yang suka mandi ini bebas bermain air layaknya di habitat aslinya. Sediakan juga untuk tempat pakan berupa voer , buah-buahan, serangga dan tempat minum.

Proses Perjodohan

Untuk proses perjodohan, masukkan indukan jantan terlebih dahulu di kandang, biarkan beberap jam hingga indukan jantan merasa kerasan yang ditandai dengan mau berkicau di dalam kandang. Selanjutnya masukkan sangkar yang berisi indukan betina. Biarkan kedua burung ini saling mengenal, bila terlihat keduanya saling tertarik, pindahkan indukan betina ke dalam kandang. Saat yang paling tepat untuk memasukkan indukan betina adalah sore hari menjelang kedua burung itu akan tidur sehingga mereka tenang dan tidak saling menyerang. Jika dalam beberapa hari mereka dalam kandang yang sama tidak saling menyerang, dapat diharapkan proses perjodohan ini akan berhasil. Pada saat ini berikan pakan dan minum yang cukup, pastikan air untuk mandi diganti setiap hari. Jika kedua burung telah melakukan perkawinan, masukkan rumput kering dann serabut kelapa untuk bahan mereka membuat sarang. Selanjutnya biarkan semua berjalan alamiah hingga proses pengeraman berlangsung.

Perawatan Anakan

Biasanya masa pengeraman berlangsung selama 14 hari. Bila masa menetas sudah hampir datang segera berikan pakan berupa kroto, hal ini untuk menyiapkan bila sewaktu-waktu telur-telur burung cucak rowo menetas, indukan bisa memberikan pakan pada anaknya dengan kroto. Biarkan indukan menyuapi anaknya sendiri. Bila anakan sudah mulai berusia seminggu, jangan sampai terlambat memberikan pakan berupa kroto, karenapakan yang cukup akan membantu anakan berkembang dengan cepat dan lenih sehat. Biarkan anakan diasuh induknya hingga berumur 1 -2 bulan. Bila indukan sudah mulai enggan menyuapi anaknya dengan tanda ketika anaknya meminta disuapi tetapi induk malah mematuknya, inilah saat terbaik bagi anakn untuk dipisahkan dari indukan. Namun, usahakan saat mengambil anakan, indukan sedang dalam kondisi tidur lelap yang ditandai dengan dimasukkanya kepala dalam dekapan sayapnya. Pada saat ini ambillah anakn dengan hati-hati. Jika, indukan tahu anaknya diambil, biasanya indukan akan stres dan sulit untuk segera bertelur kembali. Untuk selanjutnya anakan secara bertahap dirawat seperti merawat burung cucak rowo dewasa.

Demikianlah informasi tentang burung cucak rowo, ciri-ciri, cara merawat dan beternak. Semoga informasi ini bermafaat bagi anda dan dapat menambah pengetahuan anda tentang burung cucak rowo.

Burung Cucak Rowo: Ciri-Ciri, Cara Merawat, dan Budidaya | admin | 4.5