Burung Murai Batu Nias: Ciri-Ciri dan Cara Beternak

Burung murai batu nias merupakan jenis murai batu yang penyebarannya berada di Pulau Nias Sumatera. Burung ini masih termasuk satu spesies dengan murai batu medan yang masuk dalam dalam golongan Copsychus malabaricus melanurus yaitu golongan burung dengan ekor panjang yang terdiri dari 6 pasang. Di tempat asalnya yaitu di Pulau Nias, murai batu nias biasa disebut burung totohua. Di dalam habitat aslinya, burung ini kadang hidup berpasangan, namun tidak jarang mereka hidup sendirian karena memiliki sifat petarung dan galak sehingga jarang ada murai lain yang tahan hidup bersama dalam waktu lama.

Makanan utama dari burung murai batu nias sama dengan murai batu jenis lainnya, yaitu serangga seperti jangkring, kroto, cacing dan lainnya. Selain itu, burung ini juga makan beberapa jenis buah dan daun-daunan. Bila dibandingkan dengan burung murai batu medan, burung murai batu nias memiliki ciri yang hampir sama. Namun ada beberapa ciri yang membedakan keduanya bila diperhatikan dengan cermat baik dari segi fisik, tingkah laku dan kicauannya.

Untuk mengetahui secara detail ciri-ciri khusus burung murai batu nias yang berbeda dari murai batu jenis lainnya, silakan simak rincian ciri-ciri berikut ini.

murai batu nias

Ciri-Ciri Burung Murai Batu Nias

Ciri-Ciri Fisik

  • Warna ekor hitam polos atau biasa disebut black tail. Berbeda dengan murai batu jenis lainnya yang memiliki sebagian bulu berwarna putih di bagian ekornya.
  • Panjang ekornya antara 17 cm hingga 25 cm, termasuk lebih pendek jika dibandingkan dengan panjang ekor murai batu aceh dan murai batu medan.

Tingkah Laku

  • Memiliki mental kuat dan termasuk jenis burung yang memiliki mental petarung dan galak.
  • Termasuk jenis burung yang mudah menyesuaikan diri dengan habitat baru.
  • Tidak mudah stres dan terganggu dengan keramaian. Bahkan meskipun di tempat ramai masih dapat berkicau dengan lantang.
  • Hidup berpasangan atau sendiri.

Model Kicauan

  • Suara kicauannya keras dan melengking, kadang-kadang mengeluarkan suara tembakan-tembakan yang unik.
  • Dapat menirukan suara kicauan burung lain, bahkan yang telah terlatih bisa menirukan suara manusia.

Perbedaan Burung Murai Batu Nias Jantan dan Betina

Selain mengenali ciri-ciri burung murai batu nias dibanding dengan murai batu jenis lainnya, alangkah baiknya jika mengetahui pula perbedaan antara murai batu nias jantan dan betina.

Ciri-Ciri Murai Batu Nias Jantan

  • Ukuran tubuh lebih besar, dengan warna bulu hitam legam dan warna bulu dada coklat agak gelap.
  • Panjang ekor antara 17 cm hingga 20 cm tanpa memiliki bulu ekor berwarna putih.
  • Ukuran paruh lebih panjang dan tebal.
  • Kaki terlihat kuat, kokoh dan tebal.
  • Suara kicauan keras dan bervariatif, kadang-kadang mengeluarkan kicauan yang tak terduga.

Ciri-Ciri Murai Batu Nias Betina

  • Ukuran tubuh lebih kecil, dengan bulu hitam kusam atau keabu-abuan.
  • Panjang ekor pendek, antara 10 cm hingga 15 cm, tidak memiliki bulu ekor berwarna putih.
  • Paruh kecil dan pendek.
  • Kaki terlihat kecil pendek dengan tulang lebih tipis.
  • Suara kicauan lebih pelan dan cenderung tetap, tanpa variasi berarti.

Cara Beternak Burung Murai Batu Nias

Pada dasarnya cara beternak burung murai batu nias sama dengan cara beternak atau cara penangkaran murai batu jenis lainnya. Namun, agar lebih jelas ikuti bagaimana cara beternak murai batu nias berikut ini.

  1. Mempersiapkan kandang

Buat kandang dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 70 cm dan tinggi 70 cm atau lebih besar lagi agar sepasang burung murai bebas terbang. Sediakan pula tempat sarang dengan cara digantung atau di temple di dinding. Pastikan kandang dialasi koran bekas atau pasir dicampur kapur agar kotoran cepat kering. Siapkan pula bak mandi untuk sepasang murai yang dijodohkan, dan ganti airnya setiap hari. Letakkan kandang ditempat yang terkena sinar matahari kira-kira sepertiga bagian dan terhindar dari kegaduhan, kebisingan kendaraan dan angin kencang.

  1. Pemilihan Induk

Pilih indukan murai batu nias yang sehat, lincah dan memiliki suara kicauan yang bagus.Pilih pula indukan yang telah berusia kira-kira 2 tahun. Karena dalam usia ini organ reproduksi indukan murai batu nias telah berkembang dengan sempurna.

  1. Perawatan Indukan Masa Perjodohan

Pada masa perjodohan, memperhatikan pemberian pakan adalah hal yang paling penting. Pada awal perjodohan berikan pakan berupa voer dengan jumlah cukup. Tambahkan extra fooding berupa jangkrik 4-5 ekor per hari untuk tiap indukan. Bila kedua burung telah mantap untuk berjodoh, tambahkan extra fooding jangkrik 10 hingga 20 ekor untuk tiap indukan selama dua hari agar birahi dua burung tersebut meningkat. Selanjutnya dikurangi agar birahi stabil. Pada hari kelima da keenam, hentikan pemebrian extra fooding pada indukan betina agar dia meminta makan pada indukan jantan. Pada saat inilah indukan betina akan mencapai tahap birahi sempurna dan akan mudah terjadi perkawinan.

  1. Perawatan Masa Mengeram

Bila murai batu nias telah bertelur dan mengeram, maka perlu perawatan khusus pula. Pada saat indukan memasuki masa mengeram, berikan pakan voer dengan cukup, tapi berikan extra fooding berupa jangkring dengan jumlah sekitar lima ekor per hari untuk satu indukan, agar bihari mereka stabil dan tetap bertahan untuk mengerami telurnya. Hindarkan kandang dari suara gaduh dan kebisingan agar murai batu nias nyaman selama mengerami telurnya. Pastikan pula sarang bebas dari hewan pengganggu seperti semut dan kecoa.

  1. Perawatan Anakan

Jika telur murai batu nias telah menetas, biarkan anakan bersama induknya selama 7 hari. Selama menunggu anakan siapkan inkubator untuk merawat anakan setelah disapih dari induknya. Buat incubator dari triplek dengan ukuran lebar 70 cm, lebar 70 cm dan tinggi 50 cm. Siapkan pula wadah atau pot dari tanah liat yang dialasi kain atau kapas untuk meletakkan anakan. Lengkapi inkubator dengan lampu bohlam agar suhu di dalam inkubator sekitar 30 derajat Celcius. Setelah anakan berusia seminggu pindahkan dalam inkubator.

Berikan pakan berupa kroto dan voer yang diberi air panas agar lebih lunak sehingga mudah ditelan oleh anakan. Selain itu pemberian air panas pada voer dapat mencegah anakan dari diare. Setelah anakan mulai dapat meloncat-loncat dan mencengkeran ranting pohon, pindahkan dalam sangkar. Namun, harus masih diberikan lampu agar anakan tidak kedinginan. Untuk pakan, tetap berikan voer, kroto dan jangkrik kecil atau jangkring yang dipotong-potong.

Demikian, informasi seputar burung murai batu nias, ciri-ciri, perbedaan murai batu nias jantan dan betina serta cara beternak murai batu nias. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu anda para pecinta burung murai batu nias.

 

Incoming search terms:

  • membedakan murai batu nias jantan dan betina
  • beda trotol jantan nias
  • cara membedakan burung murai nias trotolan
  • ciri murai betina ekor hitam
  • ciri murai betina nias
  • jantan betina murai nias
  • murai nias jantan dan betina
  • perbedaan burung murai batu blacktail jantan dan betina
  • Ternak mure nias raja
Burung Murai Batu Nias: Ciri-Ciri dan Cara Beternak | admin | 4.5