Cara Penangkaran Burung Murai Batu

Cara Penangkaran Burung Murai Batu – Apa yang dimaksud dengan penangkaran? Penangkaran merupakan pengembangbiakan/ ternak suatu hewan di luar habitat (tempat hidup) aslinya dengan adanya campur tangan manusia. Dengan kata lain, penangkaran juga bisa diartikan sebagai ternak burung murai batu oleh manusia.

Lalu, mengapa burung murai batu perlu dilakukan penangkaran? Ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang perlunya penangkaran burung murai batu. Pertama, keunikan dan keistimewaan burung ini yang memiliki bentuk ekor panjang hingga hampir tiga kali lipat panjang tubuhnya. Selain itu burung murai batu memiliki kicauan yang indah sehingga burung ini menjadi idola bagi pecinta burung. Kedua, jumlah populasi burung murai batu di habitat aslinya yaitu di hutan rapat Pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia dan sebagian Pulau Jawa yang mulai terancam akibat perburuan liar. Selain dua alasan utama tersebut harga burung murai batu yang fantastis juga bisa menjadi dasar adanya penangkaran burung yang bernama latin Copsychus malabaricus ini. Harga untuk satu ekor burung murai batu yang istimewa dapat mencapai Rp. 3.500.000. Beberapa informasi menyebutkan hingga mencapai angka ratusan juta rupiah jika telah mendapat berbagai kejuaraan lomba kicau burung.  Nilai ekonomi yang tinggi inilah yang mendorong para peternak burung untuk berusaha menangkarkan burung murai batu untu k diperdagangkan.

Nah, bila anda tertarik untuk melakukan penangkaran burung murai batu, silakan simak bagaimana cara penangkaran burung murai batu berikut ini.

penangkaran murai batu

Cara Penangkaran Burung Murai Batu

Untuk memulai penangkaran burung murai batu perlu dilakukan tahapan antara lain persiapan kandang, pemilihan indukan, perawatan khusus indukan agar cepat berproduksi, perawatan masa mengeram dan perawatan anakan murai batu. Jika anda pemula bergelut burung kicau ada baiknya membaca tentang perbedaan murai batu jantan dan betina.

Persiapan Kandang

  • Buat kandang berbentuk balok dengan ukuran minimal 150 cm x 70 cm x70 cm atau bisa juga menyekat ruangan agar burung bebas terbang.
  • Siapkan sarang yang diletakkan dalam wadah berbentuk kotak dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20, lalu digantung atau ditempel di dinding.
  • Siapkan sanitasi dalam kandang berupa koran bekas, pasir yang dicampur kapur atau sekam padi agar kotoran burung murai cepat kering.
  • Sediakan pula ranting pohon atau tempat bertengger dan bak mandi burung. Usahakan bak mandi selalu bersih dengan cara menggantinya setiap hari
  • Usahakan kandang mendapat sinar matahari, terutama pada pagi hari, dan jangan biarkan kandang mendapatkan sinar matahari seluruhnya agar burung dapat berteduh terutama pada siang hari. Bila cuaca sedang lembab karena musim hujan atau cuaca mendung, berikan lampu bohlam sebagai penerangan dan penghangat kandang.
  • Hindari letak kandang dari angin kencang, sebab angin kencang dapat membuat murai batu tidak nyaman.

Pemilihan Indukan

  • Pilih indukan sesuai dengan jenis murai batu yang anda inginkan
  • Cari indukan yang sehat , lincah, postur tubuh yang bagus, baik untuk murai batu jantan atau betina
  • Pilih yang memiliki kicauan bagus agar anakan yang dihasilkan juga bagus
  • Pilih indukan yang telah berusia sekitar dua tahun. Karena pada usia ini organ reproduksi murai batu betina telah berkembang secara penuh.

Perawatan Khusus Indukan

Perawatan burung murai batu selama masa perjodohan dan pemberian pakan yang cukup adalah hal yang paling penting. Usahakan nutrisi yang diberikan pada burung tidak kekurangan atau kelebihan. Sebab bila nutrisi yang dibutuhkan burung kurang maka proses reproduksi akan terhambat sementara apabila nutrisi terlalu berlebihan, maka indukan burung akan mengalami over birahi yang menimbulkan sepasang indukan ini akan saling menyerang. Untuk pemberian pakan, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Berikan pakan berupa voer setiap hari di wadahnya dan minum yang cukup. Dapat pula menambahkan vitamin agar burung tidak mudah terserang penyakit 2-3 kali seminggu
  • Tambahkan extra fooding berupa jangkring antara 4-5 ekor per hari untuk setiap burung selama masa mulai perjodohan
  • Bila kedua burung sudah terlihat mantap berjodoh, maka bisa menambahkan jumlah jangkring yang diberikan hingga 20 ekor untuk satu indukan selama dua hari
  • Untuk hari ketiga dan keempat pemberian jangkrik pada indukan betina dikurangi hingga 10 ekor per hari agar birahi indukan betina stabil
  • Selanjutnya pada hari kelima dan keenam pemberian jangkrik pada indukan jantan dikurangi pula menjadi 10 ekor, sementara untuk indukan betina tidak perlu diberi extra fooding sama sekali agar sedikit kelaparan dan akan meminta makan pada indukan jantan. Dengan cara ini indukan betina akan memiliki birahi yang sempurna.

Perawatan Masa Mengeram

Bila murai batu indukan telah bertelur, maka selanjutnya adalah perawatan masa mengeram. Selama mengerami telurnya,  indukan murai batu juga perlu mendapat perawatan khusus sebagai berikut:

  • Berikan pakan berupa voer dan minuman yang cukup agar indukan tidak meninggalkan telurnya terlalu lama.
  • Hindari memberikan extra fooding berupa 4-5 ekor jangkrik agar birahi kedua indukan ini tidak muncul.
  • Hindari kandang dari kebisingan dan suara gaduh, sebab ini akan menganggu ketenangan indukan saat mengeram
  • Pastikan sarang tempat mengeram bebas dari hewan pengganggu seperti semut dan kecoa agar indukan yang mengeram tidak meninggalkan telurnya.

Perawatan Anakan Murai Batu

  • Bila telur telah menetas, langkah selanjutnya adalah perawatan anakan. Untuk perawatan anakan, perhatikan langkah-langkah berikut:
  • Saat telur menetas, biarkan selama seminggu anakan murai batu diasuh oleh induknya, karena pada masa ini anakan sangat sensitif terhadap serangan penyakit
  • Selama menunggu piyikan berusia seminggu, siapkan inkubator atau pemanasan berupa kotak triplek yang dilengkapi dengan lampu bohlam, pastikan suhu dalam inkubator sekitar 30 derajat Celcius.
  • Letakkan wadah atau pot dari tanah liat berdiameter sekitar 15 cm yang dialasi kain halus atau kapas halus untuk meletakkan anakan agar tidak tergores wadah atau pot
  • Setelah anakan murai batu berusia seminggu, saatnya anakan dipindahkan ke kotak inkubator. Pemberian pakan pada masa ini adalah kroto atau larva semut rangrang agar mudah ditelan oleh anakan murai. Berikan kroto pada jumlah yang cukup.
  • Jika usia anakan lebih dari 15 hari saatnya memberi makan berupa kroto dan voer. Agar anakan terhindar dari diare dan mudah ditelan tambahkan air panas sedikit pada voer hingga agak lunak.
  • Bila anakan murai sudah mulai bisa loncat-loncat dan mampu mencengkeram ranting pohon, maka anakan murai sudah bisa dipindahkan ke sangkar. Namun, harus masih diberikan lampu sebagai penghangat. Untuk pakan, berikan voer dan extra fooding jangkrik kecil atau kroto.

Demikianlah cara penangkaran burung murai batu medan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda dan semoga penangkaran burung murai batu anda berhasil dengan baik.

Cara Penangkaran Burung Murai Batu | admin | 4.5