Jalak Suren : Ciri Khas dan Cara Merawat

Jalak suren (Sturnus contra) atau disebut juga jalak uren termasuk jenis burung pengicau yang memiliki suara unik. Bila mereka berada dalam kelompoknya maka mereka akan mengeluarkan suara bersahut-sahutan dengan bunyi yang beraneka ragam. Kadang mereka mengeluarkan bunyi seperti peluit, suara bergetar, bunyi mendengung dan bunyi klak-klik. Burung jalak suren juga dapat menirukan kicauan burung lain bila dilatih.

Habitat asli jalak suren dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Tempat yang paling disukai untuk tempat tinggal adalah lubang pohon yang tumbuh di hutan sekunder yang terbuka dan dekat dengan perairan terbuka seperti sungai dan danau.

Penyebaran dari burung jalak suren di India, Dubai, Pakistan, Taiwan, Pulau Honshu, Burma dan juga Indonesia. Untuk di Indonesia burung jalak suren banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Jalak suren yang ada di Indonesia sama dengan jalak suren yang hidup di India dan Burma.

Makanan utama burung jalak suren adalah biji-bijian, buah-buahan, cacing dan hewan dalam tanah lainnya, siput, ikan kecil dan aneka macam serangga serta telur serangga. Biasanya burung ini suka  mencari makan di sawah, padang rumput dana tanah terbuka. Tak jarang juga mnecari makan di perairan dangkal, mencongkel tanah dan pohon lapuk.

gambar jalak suren

pic: kicau.com

Jalak suren termasuk jenis burung mudah menyesuaikan diri dan mudah bergabung dengan burung lain atau binatang lain. Hal ini terlihat dengan perilakunya yang biasa mencari makan di tengah binatang lain seperti sapi atau mencari makan di tanah dan bertengger di pohon didekat pemukiman bahkan bertengger di bangunan atau rumahh penduduk.

Ciri Khas Jalak Suren

Secara fisik, tingkah laku dan kicauan burung jalak suren memiliki ciri khas yang unik jika dibandingkan dengan burung lain. Ciri khas tersebut antara lain:

  1. Paruh panjang dan runcing, berwarna merah atau oranye dengann ujung berwarna putih
  2. Mata berwarna putih dengan lensa mata hitam pekat dan tajam. Di sekitar mata terdapat kulit tanpa bulu berwarna merah atau oranye. Kaki berwarna kuning
  3. Pada bagian dahi, pipi, perut dan sayap terdapat bulu warna putih. Sedangkan pada bagian tenggorokan, dada, punggung dan ekor bulu berwarna hitam legam
  4. Ketika masih muda bulu hitam berwarna coklat denga iris berwarna abu-abu
  5. Sayap berbentuk agak bulat, cara terbang pelan atau tidak cepat mirip dengan cara terbang kupu-kupu
  6. Tidak takut dengan burung lain atau binatang lain, bahkan biasa mencari makan di antara mereka
  7. Sering muncul di persawahan dan pemukiman penduduk
  8. Memiliki kicauan yang sangat beragam. Bila mereka sedang dalam kelompoknya akan mengeluarkan kicauan bersahutan dengan mengeluarkan bunyi seperti peluit, bergetar, mendengung dan bunyi klak-klik
  9. Burung jalak suren jantan maupun betina sama-sama suka berkicau dan dapat menirukan suara burung lain. Bahkan burung jalak suren betina memiliki kicaun yang lebih bervariatif.

Ciri-Ciri Burung Suren Jantan dan Betina

Untuk membedakan burung suren jantan dan betina cukup sulit karena secara fisik mereka memiliki penampilan yang hampir sama. Namun, bila diperhatikan dengan teliti burung jalak suren jantan dan betina memiliki ciri-ciri yang berbeda secara signifikan. Berikut ini adalah ciri-ciri jalak suren jantan dan betina.

Ciri-Ciri Jalak Suren Jantan

  1. Bentuk tubuh lurus dan lebih besar
  2. Bulu kepala dan punggung berwarna hitam legam
  3. Ekor panjang dan menyatu
  4. Kulit tanpa bulu disekitar mata tampak cerah
  5. Bulu yang berwarna putih tampah bersih dan cerah
  6. Jari jari kaki panjang dan kokoh
  7. Jambul di kepala lebih panjang dan lebar saat berkembang

Ciri-Ciri Jalak Suren Betina

  1. Bentuk tubuh bulat dan pendek
  2. Warna bulu hitam di kepala, punggung dan ekor agak kusam
  3. Perilaku kurang terkesan lambat dan kurang lincah
  4. Paruh dan jari kaki terkesan kurang kuat
  5. Bulu ekor lebih pendek dan halus
  6. Kepala berbentuk ramping dengan warna kulit tanpa bulu di sekitar mata lebih pucat
  7. Memiliki kicaun yang bervariatif dibandingkan jalak suren jantan.

Cara Merawat Burung Jalak Suren

Cara merawat burung jalak suren tidak berbeda dengan cara merawat burung pengicau lainnya, antar lain membersihkan kandang, memberikan pakan, memandikan dan menjemur serta memperdengarkan suara master. Agar lebih jelas ikuti uraina berikut ini.

  1. Membersihkan kandang

Selain merawat si burung, membersihkan kandang juga sangat penting dengan kandang yang bersih, burung jalak suren akan terhindar dari kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bersihkan kandang dari kotoran setiap hari dengan cara mengalirkan air dan menyemprotkan cairan anti kuman. Selain itu tempat makanan dan minuman juga dibersihkan dari sisa makanan dan kotoran setiap hari.

  1. Memberikan pakan

Untuk pakan utama burung jalak suren dapat diberikan voer hijau, voer ayam atau voer lele yang mengandung cukup protein. Voer dapat diberikan setiap hari. Sedangkan untuk makanan tambahan atau extra fooding seperti ulat hongkong, jangkrik dan cacing dapat diberikan setiap hari dengan jumlah yang tidak berlebihan. Untuk kroto sebaiknya diberikan 3 kali seminggu sebanyak 1 sendok teh. Selain itu dapat diberikan pula biji-bijian dan buah-buahan yang diberikan secara bergantian denganextra fooding kroto.  Boleh juga diberikan multi vitamin yang dicampurkan dalam minuman agar burung lebih tahan terhadap penyakit.

  1. Memandikan dan menjemur

Untuk memandikan burung jalak suren, lebih baik menggunakan keramba mandi atau menyediakan wadah berisi air sehingga si burung dapat mandi sendiri sepuasnya. Selanjutnya burung dijemur hingga bulu-bulunya kering sambil diberikan pakan sebagaimana tersebut di atas.

  1. Memperdengarkan suara master

Sebenarnya burung jalak suren termasuk burung yang suka berkicau sendiri tanpa dilakukan pemasteran. Namun, tidak ada salahnya jika anda memperdengarkan suara master, sebab burung ini pandai menirukan suara burung lain, bahkan menirukan suara manusia. Untuk memperdengarkan suara master sebaiknya dilakukan pada siang hari setelah burung dijemur hingga sore hari dan pada malam hari ketika burung beristirahat.

Cukup sekian informasi tentang burung jalak suren, ciri khas dan cara merawat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda dan dapat membantu anda untuk mengetahui lebih banyak tentang burung jalak suren.

Incoming search terms:

  • jalak suren bersuara seperti peluit
Jalak Suren : Ciri Khas dan Cara Merawat | admin | 4.5